Source Code untuk Menyembunyikan dan Menampilkan Icon di Desktop

Berikut ini adalah cara yang dapat teman - teman gunakan bila ingin mengatur apakah icon yang ada di desktop ingin ditampilkan atau tidak. Cara manual untuk melakukan ini adalah dengan melakukan klik kanan di desktop dan kemudian pilih submenu View, kemudian tinggal mengaktifkan pilihan show desktop icon atau tidak. Sedangkan bila teman - teman ingin mencoba melakukan pengaturan itu secara otomatis melalui source code, maka bisa menggunakan source code di bawah ini. Cara kerja source code di bawah ini adalah dengan membuat key di registry dan memberikan nilai ke key tersebut untuk mengatur agar icon di desktop ditampilkan apa tidak, kemudian merestart explorer agar pengaturan yang dilakukan langsung terlihat hasilnya. Berikut ini source codenya :

*/ Menyembunyikan Icon di Desktop */
WSHShell = CreateObject("WScript.Shell")
cKey="HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\"+;
 "Explorer\Advanced\HideIcons"
WSHShell.RegWrite(cKey, 1, "REG_DWORD")
WSHShell.Run("taskkill /f /im explorer.exe",2)
DECLARE Sleep IN Win32API INTEGER  
SLEEP(2000)
WSHShell.Run("explorer.exe",2)

*/ Menampilkan Icon di Desktop */
WSHShell = CreateObject("WScript.Shell")
cKey="HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\"+;
 "Explorer\Advanced\HideIcons"
WSHShell.RegWrite(cKey, 0, "REG_DWORD")
WSHShell.Run("taskkill /f /im explorer.exe",2)
DECLARE Sleep IN Win32API INTEGER  
SLEEP(2000)
WSHShell.Run("explorer.exe",2)

Angka 0 dan 1 yang berwarna merah di ataslah parameter yang dapat digunakan untuk mengatur agar icon di desktop ditampilkan atau tidak.


SELAMAT MENCOBA...!!

Cara Otomatis Mengambil Kurs Mata Uang Secara Online

Gambar di samping adalah cuplikan bagian dari situs Departemen Keuangan (http://www.depkeu.go.id) di bagian tersebut Departemen Keuangan menampilkan informasi mengenai Kurs mata uang rupiah yang dibandingkan dengan Kurs mata uang asing seperti USD, Euro, Yen dan sebagainya secara update. Nilai Kurs ini bisa kita gunakan sebagai pedoman, khususnya bila ingin membangun aplikasi yang membutuhkan nilai kurs mata uang asing secara update, misalnya aplikasi penjualan, dimana harga barang yang dijual akan sangat tergantung pada kurs mata uang asing saat ini. 

Secara manual kita bisa membuka website Departemen Keuangan tersebut dan melakukan update nilai kurs mata uang tersebut ke dalam aplikasi kita secara manual. Tetapi bila teman - teman ingin melakukan hal itu secara otomatis, dan langsung memasukkan modulnya ke aplikasi yang teman - teman buat, Maka teman - teman bisa menggunakan source code di bawah ini :

oHTML = CreateObject("MSXML2.XMLhttp")
oHTML.open("GET", "http://www.depkeu.go.id/Ind/", .F.)
ohtml.send()
P3=oHTML.ResponseText
p2="</td>"
p1='1px">'
cAUD=SUBSTR(P3,AT(P1,P3,5)+5,AT(P2,P3,35)-AT(P1,P3,5)-5)
cEUR=SUBSTR(P3,AT(P1,P3,8)+5,AT(P2,P3,38)-AT(P1,P3,8)-5)
cGBP=SUBSTR(P3,AT(P1,P3,11)+5,AT(P2,P3,41)-AT(P1,P3,11)-5)
cJPY=SUBSTR(P3,AT(P1,P3,14)+5,AT(P2,P3,44)-AT(P1,P3,14)-5)
cSGD=SUBSTR(P3,AT(P1,P3,17)+5,AT(P2,P3,47)-AT(P1,P3,17)-5)
cUSD=SUBSTR(P3,AT(P1,P3,20)+5,AT(P2,P3,50)-AT(P1,P3,20)-5)

Variable cAUD, cEUR, cGBP, cJPY, cSGD, cUSD sudah terisi dengan nilai kurs yang diinginkan, yang perlu diingat semua variable tersebut masih berupa data string, kalau ingin digunakan untuk konversi mata uang, silahkan di konversi ke numeric. Dan khusus untuk mata uang Yen (JPY) nilai kurs tersebut adalah per 100 Yen. Serta yang terakhir pastikan teman - teman sedang terhubung ke internet saat menjalankan source code di atas.



SELAMAT MENCOBA...!!

Source Code untuk Men-Disable / Meng-Enable UAC di Windows Vista & 7

User Account Control (UAC) merupakan sebuah fitur tekhnologi keamanan dari Microsoft yang dtanamkan ke dalam Sistem Operasinya yang mulai ada pada Windows Vista. Dalam menjalankan tugasnya, UAC akan merespon beberapa aktifitas tertentu dari User dalam penggunaan komputer yang dianggap berpotensi atau bisa dipastikan akan berpengaruh terhadap konfigurasi sistem Windows.

Bila fasilitas UAC ini Enable maka, bila kita akan melakukan konfigurasi misalnya, Instalasi, Reinstalasi, dan Deinstalasi Software/Program, Instalasi Driver untuk Hardware, Instalasi ActiveX Controls dan konfigurasi lainnya maka UAC akan menampilkan Jendela Otorisasi dan Jendela Konfirmasi. Meskipun fasilitas ini adalah fasilitas yang bertujuan baik untuk meningkatkan keamanan sistem, tetapi kadang - kadang membuat kita merasa terganggu karena dalam melakukan konfigurasi kita selalu disibukkan dengan jendela Otorisasi dan Konfirmasi tersebut. 

Kita dapat secara manual melakukan pengaturan terhadap fasilitas UAC ini dengan mengakses Control Panel - User Account. Tetapi bila teman - teman ingin melakukan pengaturan secara otomatis, bisa menggunakan source code berikut ini :

*/ Meng-Enable UAC /*
WSHShell = CreateObject("WScript.Shell")
cKey = "HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\"+;
 "Policies\System\EnableLUA"
WshShell.RegWrite(cKey, 1, "REG_DWORD")

*/ Men-Disable UAC /*
WSHShell = CreateObject("WScript.Shell")
cKey = "HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\"+;
 "Policies\System\EnableLUA"
WshShell.RegWrite(cKey, 0, "REG_DWORD")

Sebagai catatan, setelah melakukan pengaturan kita harus melakukan restart komputer agar pengaturan baru bisa diterapkan.


SELAMAT MENCOBA..!!

Source Code untuk Men-Disable Popup Menu di Desktop

Ini adalah trik yang dapat dilakukan jika teman - teman ingin membuat agar user atau pengguna komputer tidak bisa mengakses popup menu di desktop, yang biasanya diakses dengan cara melakukan klik kanan di dektop. Manfaat dari hal ini adalah untuk menjaga agar user tidak bisa melakukan pengaturan yang berhubungan dengan tampilan di desktop misalnya, mengganti wallpaper, menampilkan atau menyembunyikan icon di desktop dan pengaturan - pengaturan yang lain. Bagi teman  - teman yang mengurusi warnet, rental komputer atau menjadi laboran lab komputer, mungkin modul ini bisa digunakan agar user tidak bisa mengacak - ngacak tampilan dari komputer yang menjadi tanggung jawab kita secara otomatis. OK langsung aja berikut source codenya :

*/  Men-Disable Popup Menu di Desktop  */
WSHShell = CreateObject("WScript.Shell")
cKey = "HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\"+;
 "Policies\Explorer\NoDesktop"
WshShell.RegWrite(cKey, 1, "REG_DWORD")
WSHShell.Run("taskkill /f /im explorer.exe",2)
DECLARE Sleep IN Win32API INTEGER   
SLEEP(2000)
WSHShell.Run("explorer.exe",2)

*/  Meng-Eneble kembali  Popup Menu di Desktop  */
WSHShell = CreateObject("WScript.Shell")
cKey = "HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\"+;
 "Policies\Explorer\NoDesktop"
WshShell.RegWrite(cKey, 0, "REG_DWORD")
WSHShell.Run("taskkill /f /im explorer.exe",2)
DECLARE Sleep IN Win32API INTEGER   
SLEEP(2000)
WSHShell.Run("explorer.exe",2)

Angka 0 dan 1 yang berwarna merah diataslah parameter yang dapat digunakan untuk mengatur agar popup menu menjadi Disable atau Enable.



SELAMAT MENCOBA...!!

Menggunakan ActiveX Flash untuk Membuat Aplikasi TV Online

TV Online adalah siaran televisi yang ditayangkan dengan menggunakan teknologi streaming melalui internet. Salah satu web yang menyediakan layanan ini adalah Mivo.tv. Mivo.tv menyediakan layanan siaran televisi lokal indonesia dan beberapa siaran televisi asing secara streaming. Secara default kita bisa menggunakan layanannya dengan mengakses websitenya. Di sini kita akan coba untuk mengakses layanan streaming TV Online dari Mivo tersebut dengan menggunakan Kontrol ActiveX Flash sehingga kita bisa melihat tayangan TV Online tersebut di dalam form atau aplikasi yang kita buat sendiri seperti gambar di bawah ini.


Cara untuk membuat dan menggunakan Kontrol ActiveX Flash untuk menampilkan TV Online di dalam form adalah sebagai berikut :

  1. Pertama kita tambahkan dulu kontrol ActiveX Flash dengan cara menambahkan kontrol ActiveX Control (OleControl) ke dalam form, seperti gambar di bawah ini.
  2. Setelah tampil jendela Insert Object, pilih Shockwave Flash Object seperti gambar di bawah ini.
  3. Setelah di tambahkan di form, maka kontrol Shockwave Flash Object akan tampak seperti gambar di bawah ini.
  4. Selanjutnya sesuaikan ukuran dari olecontrol (Shockwave Flash Object) diatas sesuai keinginan dan ketikkan source code berikut ini ke dalam procedure init milik olecontrol tersebut.
  5. this.AllowFullScreen="true"
    this.movie="http://id.imediabiz.com/MivoTV.swf?r=17285"
    this.play()
  6. Terakhir jalankan form dan silahkan menonton siaran TV sambil bercoding ria... :D. Bila ingin agar form TV Online selalu di depan aplikasi yang lain, maka setting property AlwaysOnTop milik form menjadi .T.

Bila teman - teman masih kesulitan dalam mencoba langkah - langkah diatas, bisa langsung mencoba project sederhananya di link di bawah ini


Sebagai catatan untuk mencoba langkah diatas atau langsung mencoba Project sederhananya, teman - teman harus memastikan bahwa kontrol Flash Player sudah terinstal di sistem operasi, karena teman - teman bisa menambahkan kontrol Shockwave Flash Object seperti langkah no 2, hanya jika Flash Player sudah terinstal. Jika di sistem operasi teman - teman belum terinstal Flash Player bisa mendownloadnya dulu di SINI . Selain itu pastikan teman - teman terhubung dengan internet, dan bila ternyata koneksi ke streamingnya lama atau tampil tapi terputus - putus berarti koneksi internet teman - teman sedang lambat, jika koneksi internet sedang cepat maka teman - teman bisa menikmati tayangan streamingnya seperti menonton siaran TV dengan menggunakan TV turner. Beda tayangan streaming dari TV Online ini hanya beberapa detik  bila dibandingkan tayangan siaran TV aslinya.



SELAMAT MENCOBA...!!

Aplikasi untuk Men-Disable USB Storage

Ini adalah sebuah trik yang kemudian sudah dibuatkan aplikasinya oleh rekan FoxproMania yaitu Masthink atau Pak Harto. Terima kasih buat Masthink yang telah bersedia menyumbangkan ide kreatifnya buat kita semua. Aplikasi ini dapat digunakan untuk men-disable USB Storage agar flasdisk maupun removable disk lainnya tidak terdeteksi, sehingga komputer lebih aman dari virus. Dengan aplikasi ini, meskipun usb flasdisk tidak terdeteksi namun port usb masih bisa digunakan untuk printer. Jadi tidak akan mengganggu koneksi ke printer yang menggunakan USB.

Cara kerja dari aplikasi ini adalah memanfaatkan registry dari windows. Dengan membuat sebuah key dan nilai tertentu yang di masukkan ke dalam registry untuk mengatur agar USB Storage tidak bisa diakses oleh user dan kemudian mengubah nilai dari registry tersebut kembali ila ingin meng-enable kan USB Storage lagi. Untuk menjalankan contoh projectnya, saat diminta memasukkan password. isi dengan masthink kemudian klik tombol yang ada di samping textbox password untuk meng-enable CommanButton LOCK. Bila ingin mengganti default password atau melakukan kustomisasi silahkan otak - atik project aplikasinya dengan mendownload project aplikasinya di link di bawah ini :




*Sebagai catatan, aplikasi ini berjalan baik di Windows XP, untuk windows versi diatasnya silahkan teman - teman eksplorasi dan bisa dikembangkan lagi.



SEMOGA BERMANFAAT...!!

Penerapan Konsep Master - Detail atau One to Many

Form Master - Detail adalah form yang memiliki dua buah block yang keduanya direlasikan dalam hubungan Master dan Detail. Dalam ER-Diagram, relasi Master-Detail ini sama dengan relasi “One to Many”, artinya pada desain database secara fisik, satu record tunggal dalam table Master memiliki referensi satu atau lebih record yang ada pada table Detail.

Konsep Master - Detail atau One to Many ini biasanya digunakan saat membuat form transaksi seperti pada form tansaksi penjualan, pembelian, peminjaman buku dan lain - lain. Sekarang kita akan mencoba untuk membuat aplikasi sederhana yang menerapkan konsep tersebut. Sebagai contoh anggap saja kita akan membuat sebuah form transaksi dimana dalam form tersebut terdapat 3 tabel yang saling berhubungan, field dan relasi tabel tersebut ditunjukkan dengan gambar di bawah ini.

Tabel diatas adalah cuplikan keterkaitan table pada  konsep Master - Detail yang ada di aplikasi penjualan. Field di masing - masing tabel tersebut memang sengaja dibuat sederhana dan hanya mengambil field - field pentingnya saja, biar lebih mudah kita gunakan untuk belajar. Desain tampilan dari form transaksi yang menggabungkan ke tiga tabel tersebut contohnya adalah seperti gambar di bawah ini.
Logika untuk melakukan penyimpanan pada form transaksi yang menggunakan konsep Master - Detail atau One to Many dengan contoh seperti gambar di atas, berbeda jika dibandingkan bila kita membuat form master atau di dalam form hanya menggunakan satu table. Salah satu konsep logika yang bisa digunakan untuk melakukan penyimpanan data dengan konsep Master - Detail atau One to Many ini adalah :

  1. Saat form dijalankan secara otomatis membuat table temporary, bisa menggunakan Cursor atau Table biasa. Struktur dari table temporary ini intinya harus ada Field kunci dari tabel master, dalam contoh di atas adalah KdBrg yang merupakan kunci dari table barang, dan selanjutnya bisa ditambahkan field - field informasi mengenai data dari table master yang digunakan dalam contoh seperti harga dan nama barang. Selain field dari table barang dalam contoh, harus di tambahkan juga salah satu field dari table detail yaitu jumlah jual yang berguna untuk mendapatkan informasi subtotal dari jumlah penjualan barang tertentu per transaksi. Contoh struktur dari table temporary adalah seperti yang ditampilkan di grid pada gambar diatas.
  2. Saat melakukan operasi penambahan barang, yang berfungsi adalah table temporary tersebut.
  3. Setelah penambahan barang selesai dan dilakukan penyimpanan, maka data yang ada disimpan ke table penjualan dan khusus untuk table detail akan diisi dengan data yang ada di table temporary atau dengan kata lain saat melakukan simpan ini data yg ada di table temporary di salin ke dalam table detail. Jadi dalam satu penyimpanan ada kemungkinan record yang bertambah di dalam table detail bisa lebih dari satu data sedangkan record yang masuk di table penjualan tetap satu data, Inilah makanya dinamai juga dengan One to Many.

Konsep logika  penyimpanan diatas, hanya salah satu cara, karena pasti akan ada berbagai macam cara dan logika untuk melakukan hal ini yang tergantung kreatifitas dari masing - masing programmer. Bila teman - teman ingin langsung mengutak - atik contoh dari project untuk penerapan konsep Master - Detail atau One to Many ini, silahkan downoad project sederhananya di link di bawah ini. Khusus bagi teman - teman yang baru belajar, bisa juga belajar membuat No Transaksi otomatis dengan contoh project ini.





SEMOGA BERMANFAAT...!!

Source Code untuk Men-Disable dan Meng-Enable Firewall

Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk dilalui dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Firewall pada umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Di dalam Windows juga ada Firewall. 

Meskipun penggunaan Firewall ini demi keamanan pengguna, tetapi ada kalanya saat menjalankan sebuah aplikasi yang bersifat client - server yang memerlukan akses ke jaringan, Firewall ini kadang - kadang bisa membuat aplikasi kita terganggu. Sehingga kita butuh untuk mematikannya. Cara manual untuk mematikan atau men-Disable Firewall ini sebenarnya tidak sulit karena tinggal masuk ke Control Panel - Security Center untuk mengaturnya. Tetapi bila kita ingin agar aplikasi kita bisa mengatur Firewall secara otomatis, baik untuk men-Disable atau meng-Enable kannya maka, berikut source code yang dapat digunakan untuk melakukan hal itu. Source code ini memanfaatkan utility netsh bawaan windows.

*Men-Disable Firewall
! /n netsh.exe firewall set opmode disable

*Men-Enable Firewall kembali
! /n netsh.exe firewall set opmode enable



SELAMAT MENCOBA...!!

Source Code to Backup & Restore Database MySQL

Berikut ini adalah cara atau trik yang bisa digunakan untuk melakukan fungsi backup dan restore database MySQL. Source code yang digunakan untuk melakukan backup dan restore database MySQL ini berasal dari perintah backup dan restore database MySQL dari Command Prompt yang kemudian kita coba adopsi ke dalam Source Code Visual Foxpro. OK Selanjutnya kita langsung saja, berikut penjelasan dari  fungsi backup dan restore tersebut.

Command yang biasanya dijalankan di Command Prompt untuk mem-Backup Database Mysql ke dalam file SQL adalah sebagai berikut :

mysqldump -u username -ppassword database_name > File_hasil_Export.sql

Command diatas bila ingin dijalankan melalui Visual Foxpro menjadi Source Code Berikut. (Misal usernamenya adalah root dan passwordnya admin serta database yang akan di backup adalah dbpos)

EXECSCRIPT("! mysqldump -u root -padmin dbpos > " + ;
 "c:\File_hasil_Export.sql")


Sedangkan Command yang biasanya dijalankan di Command Prompt untuk me-Restore Database Mysql dari file SQL adalah sebagai berikut :

mysql -u username -ppassword database_name < File_Hasil_Export.sql

Command diatas bila ingin dijalankan melalui Visual Foxpro menjadi Source Code Berikut. (Misal usernamenya adalah root dan passwordnya admin serta database yang akan di restore adalah dbpos)

EXECSCRIPT("! mysql -u root -padmin dbpos < " +;
 "c:\File_Hasil_Export.sql")

Untuk lokasi penyimpanan file backup dan file yang ingin digunakan untuk me-restore yang ditandai dengan warna merah diatas, silahkan teman - teman kembangkan dan buat kustomisasi sendiri bila ingin lebih dinamis.

Selanjutnya yang perlu diperhatikan, jika ingin bisa mengakses mysql dan mysqldump seperti cara diatas tanpa menyertakan path lengkapnya (misal c:\mysql\bin\mysql.exe) adalah saat konfigurasi Mysql Server, "include bin directory..." harus diaktifkan seperti gambar di bawah ini :


SELAMAT MENCOBA...!!

Aplikasi Praktek Dokter

Aplikasi Praktek Dokter ini adalah sumbangan dari salah satu rekan FoxproMania yaitu mas Boyo Ireng atau Pak Tri Herdianto yang telah sudi berbagi kepada kita semua.

Inti utama dalam Aplikasi Praktek Dokter ini adalah untuk membantu seorang dokter dalam mencatat, mencari dan melihat kembali riwayat klinis seorang pasien dengan cepat tanpa menggunakan kartu riwayat klinis yang secara fisik sangat merepotkan untuk penyimpanan dan pencariannya dibandingkan dengan menggunakan program komputer. 

Bila teman - teman tertarik untuk mencobanya silahkan bisa mengambilnya di link di bawah ini. Saat menjalankan pertama kali, di jendela login masukkan username ADMIN dan password ADMIN. Selanjutnya keterangan lebih jelas dari penggunaan programnya bisa teman - teman dapatkan dengan membuka folder petuntuk yang ada di di dalam folder aplikasi.




SELAMAT MENCOBA...!!

Source Code untuk Menyembunyikan Taskbar Windows

Berikut ini adalah salah satu trik yang teman - teman bisa gunakan bila ingin menyembunyikan taskbar windows dengan menggunakan source code visual foxpro. Taskbar Windows ini adalah taskbar yang berisikan tombol start button dan caption dari setiap aplikasi yang teman - teman sedang jalankan. Secara default taskbar ini berada di bagian bawah monitor, meski posisinya sebenarnya bisa diubah - ubah. Selanjutnya kita langsung aja, berikut source code lengkapnya :

*Menyembunyikan Taskbar
Declare Long FindWindow in win32api String, String
Declare Long ShowWindow in win32api Long, Long
lngHandle = FindWindow("Shell_TrayWnd", "")
ShowWindow(lngHandle, 0)
Kondisi Taskbar Windows Setelah Disembunyikan (Hanya Terlihat Tombol Start saja)

*Menampilkan Taskbar kembali
Declare Long FindWindow in win32api String, String
Declare Long ShowWindow in win32api Long, Long
lngHandle = FindWindow("Shell_TrayWnd", "")
ShowWindow(lngHandle, 5)
Taskbar Windows dalam Kondisi Normal



SELAMAT MENCOBA...!!

Sistem Informasi Pengelolaan Sumber Daya Air

Sistem Informasi Pengelolaan Sumber Daya Air ini adalah hasil skripsi dari salah satu teman foxpro mania yaitu Okta yang berisikan project aplikasi Visual Foxpro yang dibuat untuk menangani kegiatan administrasi pengelolaan sumber daya air atau lebih tepatnya administrasi bila kita ingin mengajukan ijin untuk menggunakan tanah yang merupakan daerah PSDA yang dikelola pemerintah. Aplikasi ini masih sederhana, jadi sangat cocok digunakan bagi teman - teman foxpro mania yang baru belajar atau sedang mengerjakan Skripsi atau TA, biar mempunyai gambaran dan pencerahan untuk membuat sebuah aplikasi dengan Visual Foxpro. Untuk mencobanya silahkan download file projectnya di link dibawah ini


Untuk menjalankan aplikasi tersebut, setelah membuka projectnya di Visual Foxpro. Terlebih dulu buka isi dari table "psw" yang ada di bagian free table. Di dalam table "psw" berisi data username, bagian dan password yang digunakan untuk menjalankan "frmutama" dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sumber Daya Air Tersebut. Setelah bisa masuk ke bagian "Kabag Retribusi" teman - teman bisa menambahkan user baru sendiri dengan mengakses menu Tambah Pengguna dengan cara melakukan klik kanan di area form utama.



SEMOGA BERMANFAAT...!!

Mengakses File & URL dengan AutoComplete di RichText Kontrol

Kontrol RichText adalah kontrol ActiveX yang berfungsi untuk menerima inputan teks, seperti kontrol textbox atau editbox yang merupakaan kontrol bawaan Visual Foxpro. Dengan kontrol RichText kita dapat membuat sebuah textbox seperti fasilitas "RUN" di windows. AutoComplete di Kontrol RichText ini agak berbeda dengan AutoComplete yang dimiliki oleh kontrol textbox seperti yang telah dijelaskan di posting Memanfaatkan Property Autocomplete di Textbox. Kalau di textbox AutoComplete berfungsi untuk menampilkan text yang sebelumnya sudah pernah diketikkan di textbox yang bersangkutan, tetapi kalau AutoComplete di Kontrol RichText berfungsi untuk menampilkan lokasi file, path dari file atau alamat website yang sudah pernah diketikkan di addres bar yang ada di Windows Explorer dan Internet Explorer.

Kontrol RichText ini secara default tidak terdapat di Form Control, seperti kontrol - kontrol bawaan Visual Foxpro lainnya. Untuk menambahkan Kontrol RichText ini salah satu caranya adalah bisa mengikuti langkah - langkah di bawah ini :

  1. Tambahkan kontrol ActiveX Control (OleControl) ke dalam form, seperti gambar di bawah ini.
  2. Setelah tampil jendela Insert Object, pilih Microsoft Rich Textbox Control seperti gambar di bawah ini.
  3. Setelah di tambahkan di form, maka kontrol RichText akan tampak seperti gambar di bawah ini.
Agar Kontrol RichText bisa digunakan untuk menampilkan AutoComplete, ketikkan source code berikut ini di dalam Procedure Init milik kontrol RichText tersebut :

DECLARE SHAutoComplete IN"shlwapi.dll" ;
 LONG hwndEdit, LONG dwFlags
SHAutoComplete(this.Hwnd,268435458)

Angka berwarna merah di dalam source code diatas merupakan nilai yang digunakan untuk mengatur jenis yang ditampilkan di AutoComplete. Ada tiga jenis pengaturan yang dapat digunakan untuk mengatur apa yang ditampilkan di AutoComplete milik kontrol RichText yaitu :

  1. Jika teman - teman mengisi angka yang berwarna merah diatas dengan angka 268435458, maka AutoComplete akan menampilkan path lengkap dari file seperti contoh gambar di bawah ini :
  2. Jika teman - teman mengisi angka yang berwarna merah diatas dengan angka 268435457, maka AutoComplete akan menampilkan nama dari file saja seperti contoh gambar di bawah ini :
  3. Jika teman - teman mengisi angka yang berwarna merah diatas dengan angka 268435460, maka AutoComplete akan menampilkan alamat web yang sudah pernah diketikkan di addres bar internet explorer seperti contoh gambar di bawah ini :
Bila teman - teman, masih kesulitan untuk mempraktekkan AutoComplete di kontrol RichText ini, bisa langsung melihat contohnya di project sederhana yang bisa di download di link di bawah ini :


Sebagai catatan jika di jendela Insert Object tidak terdapat pilihan Microsoft Rich Textbox Control atau saat mencoba project sederhana, kontrol RichText tidak tampil, maka silahkan registrasikan dulu file richtx32.ocx yang ada di dalam project sederhana dengan mengetikkan regsvr32 c:\richtx32.ocx. Path c:\ sesuaikan dengan path dimana teman - teman meletakkan file richtx32.ocx


SELAMAT MENCOBA...!!

Source Code untuk Mengubah Drive Letter

Setiap drive, partisi atau media removable seperti Flasdisk atau CDRoom selalu mempunyai identifikasi yang berupa huruf seperti C, D, E sampai dengan Z, Identifikasi inilah yang disebut Drive Letter. Untuk mengubah Drive Letter secara manual kita harus membuka Computer Management yang bisa di akses dengan melakukan klik kanan pada My Computer kemudian pilih Manage. Pada trik kali ini kita akan mencoba melakukan perubahan Drive Letter secara otomatis dengan menggunakan Source Code. Berikut Source Codenya :

cDrvLetterAsl="D"
cDrvLetterAkh="Q"
objWMIService = GetObject("winmgmts:" ;
    + "{impersonationLevel=impersonate}!\\.\root\cimv2")

colVolumes = objWMIService.ExecQuery;
 ("Select * from Win32_Volume Where Name = '";
 +cDrvLetterAsl+":\\'")

For Each objVolume in colVolumes
    objVolume.DriveLetter = cDrvLetterAkh+":"
    objVolume.Put_
endfor

Pada Source Code diatas, akan mencoba mengubah Drive dengan Letter D menjadi Q. Dalam menjalankan Source Code di atas teman - teman tinggal menentukan Drive apa yang Letternya ingin diubah??, dengan melakukan pengisian Letter Drive tersebut di variable cDrvLetterAsl,  selanjutnya tinggal menentukan mau diubah ke Letter apa??, dengan melakukan pengisian Letter Drive tersebut di variable cDrvLetterAkh.


SELAMAT MENCOBA..!!

Source Code untuk Mengetahui Kapasitas Terpakai & Ruang Tersisa sebuah Disk

Berikut ini adalah source code yang teman - teman bisa gunakan untuk mengetahui ukuran kapasitas dari sebuah disk, kapasitas yang sudah terpakai dan sisa ruang yang masih bisa digunakan,. Disk disini diidentifikasikan dengan Drive Letter (misal C, D, E dst..). Cara manual untuk melakukan hal ini adalah dengan melakukan klik kanan pada sebuah drive dan kemudian memilih properties.

Meski cara manual mudah dilakukan, tetapi ada kalanya kita butuh untuk melakukan hal ini secara otomatis dengan menggunakan sourcode, misalnya jika kita ingin melakukan backup data dengan ukuran besar secara otomatis, maka kita harus punya modul untuk dapat mengetahui sisa kapasitas dari drive / disk yang ada di lokal PC, sehingga nantinya bisa ditentukan data tersebut backupnya mau diletakkan di drive mana???...karena kalau kita ternyata meletakkan data tersebut di drive default instalasi (biasanya drive C) dan ternyata ruang yang tersisa di drive tersebut sudah penuh, dapat dipastikan proses backup data yang dilakukan aplikasi kita pasti akan error. OK langsung saja berikut ini source code yang dapat teman - teman gunakan untuk melakukan hal itu :

cDrive="D"
objWMIService = GetObject("winmgmts:" +;
 "{impersonationLevel=impersonate}!\\" +;
 GETENV("COMPUTERNAME") + "\root\cimv2")
colDisks = objWMIService.ExecQuery;
("Select * from Win32_LogicalDisk Where DriveType = 3")
iCek=0
For Each objDisk in colDisks
 IF objDisk.DeviceID=UPPER(cDrive)+":"
  IFreeSpace = objDisk.FreeSpace
  ITotalSpace = objDisk.Size
  ITotalUsage = objDisk.Size - objDisk.FreeSpace
  iCek=1
 ENDIF
ENDFOR
IF iCek=0
 MESSAGEBOX("Drive yang anda masukkan tidak ada")
 IFreeSpace = 0
 ITotalSpace = 0
 ITotalUsage = 0
ENDIF

Teman - teman tinggal menentukan kapasitas di drive manakah yang ingin diketahui dengan menentukannya di variable cDrive. Bila drive yang teman - teman masukkan ada di dalam lokal hardisk maka variable IFreeSpace  akan berisi dengan nilai ruang yang tersisa di drive, variable ITotalSpace  akan berisi kapasitas total dari drive dan variable ITotalUsage  akan berisi total kapasitas yang terpakai di drive. Tetapi bila drive yang teman - teman masukkan tidak terdaftar di harddisk maka ketiga variable tersebut bernilai 0. Sebagai catatan nilai dari ketiga variable tersebut dalam satuan byte. Bila ingin merubah ke dalam Kilobyte, Megabyte atau Gigabyte silahkan kembangkan kreasi teman - teman untuk mengkonversikannya dengan pedoman :

  • 1 Kilobyte = 1024 byte
  • 1 Megabyte = 1048576 byte
  • 1 Gigabyte = 1073741824 byte


SELAMAT MENCOBA...!!

Memanfaatkan Property AutoComplete di TextBox

Kontrol textbox dalam Visual FoxPro 9 memiliki sebuah properti baru yang bernama Autocomplete. Property tersebut dapat digunakan untuk mengaktifkan fasilitas untuk dapat membantu melakukan input data dengan cepat. Bila teman – teman mengaktifkan fasilitas ini maka nilai, kata atau kalimat yang pernah teman – teman ketikkan di textbox akan otomatis tampil di dalam list, saat teman – teman ingin mengetikkannya lagi. textbox yang sudah mengaktifkan fasilitas AutoComplete ini akan terlihat seperti gambar di bawah ini :

Cara mengatur AutoComplete di Textbox
Ada tiga property di textbox yang digunakan untuk mengatur fasilitas AutoComplete ini. Ketiga properties tersebut adalah :

  1. AutoComplete. Di dalam property AutoComplete ada 5 pilihan parameter berikut ini :
    0 - No autocomplete Ini adalah parameter default dari property AutoComplete yang menandakan bahwa fasilitas AutoComplete tidak diaktifkan.
    1 - An alphabetical list. Bila memilih parameter ini maka AutoComplete aktif dan list yang ditampilkan isinya akan diurutkan dari A-Z.
    2 - With the most frequently-used values first. Bila memilih parameter ini maka AutoComplete aktif dan list yang ditampilkan isinya akan diurutkan berdasarkan nilai, kata atau kalimat yang paling sering diketikkan di textbox.
    3 - With the most recently-used values first. Bila memilih parameter ini maka AutoComplete aktif dan list yang ditampilkan isinya akan diurutkan berdasarkan nilai, kata atau kalimat yang paling terakhir di ketikkan di textbox.
    4 - In a user-defined order. Bila memilih parameter ini maka AutoComplete aktif dan list yang ditampilkan serta pengurutan isinya bisa ditentukan oleh teman – teman sendiri.
  2. AutoCompTable. Ini adalah property yang digunakan untuk menentukan list yang ditampilkan aka n berasal dari table apa. Bila dibiarkan kosong maka Visual Foxpro akan secara otomatis menciptakan sebuah table yang bernama AutoComp.dbf. Di table AutoComp.dbf inilah semua data yang ditampiilkan di list itu berasal.  Bila teman – teman tidak ingin menggunakan table AutoComp.dbf yang diciptakan secara otomatis oleh Visual Foxpro dan ingin membuat sendiri table tersebut, maka teman – teman mengatur agar table tersebut mempunyai struktur field seperti di bawah ini :
  3. AutoCompSource. Ini adalah property yang digunakan untuk mengidentifikasi textbox mana yang akan digunakan sebagai sumber data dalam AutoComplete. Jika teman – teman membiarkannya kosong, maka secara otomatis dianggap nama dari textbox yang bersangkutanlah yang menjadi sumbernya. Dengan property ini nanti teman – teman bisa mengatur, misalkan ada dua texbox di form , kemudian ingin agar isi list data yang ditampilkan di kedua textbox tersebut sama, maka di kedua textbox tersebut, property AutoCompSource ini bisa diisikan dengan nama textbox yang sama (dipilih dari salah satu textbox tersebut).


SEMOGA BERMANFAAT...!!

Mengaktifkan Game Puzzle bawaan Visual Foxpro

Meskipun Visual Foxpro adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk menghasilkan sebuah program ternyata di dalamnya ada beberapa utilitas kecil yang bersifat menghibur, salah satunya adalah sebuah game puzzle kecil. Teman - teman foxpromania sudah pernah menggunakannya???..dan ada yang udah pernah menang??...:D.

Disinilah salah satu keunikan Visual Foxpro dan mungkin salah satu kelebihan yang  dimilikinya, karena ternyata di dalamnya ada beberapa utilitas yang mungkin tidak akan ditemui di aplikasi pembuat program yang lain..:). OK kita langsung saja, untuk mengaktifkan game puzzle ini teman - teman bisa menjalankan source code di bawah ini di Command Window :

ACTIVATE WINDOW puzzle

Setelah menjalankannya akan muncul tampilan game puzzle seperti di bawah ini
Cara mainnya, klik tombol Shuffle yang nanti akan mengacak urutan angka. Kemudian urutkan kembali angka - angka tersebut kembali seperti semula, bila berhasil akan muncul pesan seperti di bawah ini :


Tetapi bila teman - teman telah mencoba mengurutkan angka - angka tersebut dan belum berhasil - berhasil, daripada waktu dihabis hanya untuk main game...mending langsung aja terapkan cheatnya dengan menekan CTRL + END ... :D. Sebenarnya utilitas ini mungkin tidak terlalu berguna, tetapi ada baiknya teman - teman mengetahui salah satu utilitas kecil yang tersembunyi dari Visual Foxpro ini.


SELAMAT MENCOBA..!!

Cara Menambahkan Kontrol di GRID

Kontrol GRID biasanya digunakan untuk menampilkan data yang ada table. Secara default GRID akan berisikan kontrol textbox, dan dari kontrol textbox inilah data yang ada di dalam table ditampilkan. Di Visual Foxpro kontrol GRID secara default juga berlaku seperti itu. Akan tetapi kontrol GRID di Visual Foxpro mempunyai keistimewaan, dan bisa dianggap sebagai kontrol GRID yang paling dinamis bila dibandingkan dengan kontrol GRID yang tersedia di bahasa pemrograman yang lain. Hal ini dikarenakan, dengan kontrol GRID di Visual Foxpro kita bisa dengan mudah mengganti kontrol bawaan yang ada di GRID yaitu textbox dengan kontrol - kontrol yang lain, contohnya adalah kontrol GRID seperti yang ada di bawah ini dimana selain ada yang berisikan textbox di column yang lain ada yang berisi kontrol combobox, checkbox dan oleboundcontrol.

Bagi teman - teman foxpromania yang baru belajar, dan belum begitu mengenal tentang kontrol GRID, berikut ini adalah langlah - langkah yang dapat digunakan untuk menambahkan sebuah kontrol di GRID. Di contoh berikut kita asumsikan bahwa teman - teman sudah mempunyai sebuah GRID di dalam form dan ingin menambahkan kontrol combobox ke dalam column ke dua dari GRID tersebut. Berikut ini caranya :

  1. Di jendela Properties klik combo pilihan kontrol dan pilih Column2 seperti gambar di bawah ini.
  2. Setelah Column2 aktif, selanjutnya di Form Controls klik kontrol combobox kemudian klik satu kali di area Column2 di GRID seperti gambar di bawah ini.
  3. Setelah melakukan cara diatas kontrol combobox sekarang sudah berada di Column2, untuk memastikannya silahkan klik combo pilihan kontrol dan cek di bawah Column2 sudah ada kontrol combobox apa belum, seperti gambar di bawah ini.
  4. Meskipun sebenarnya sekarang kontrol combobox sudah berada di dalam Column2, tetapi statusnya belum aktif karena defaultnya Column2 masih menggunakan kontrol textbox. Jadi sekarang kita coba ubah kontrol default dari Column2 menjadi combobox dengan cara di Property CurrentControl milik Column2 pilih Combo1 seperti gambar di bawah ini. Sehingga sekarang jika di lihat di grid maka di Column2 shortcut iconnya sudah berganti dengan combobox.
  5. Setelah sampai di tahap ini, kontrol combobox tadi sudah benar - benar menggantikan kontrol textbox, tetapi saat form dijalankan masih akan terlihat bahwa di Column2 masih berisi kontrol textbox dan hanya bila teman - teman klik ke Column2 baru akan terlihat kontrol combobox yang telah kita tambahkan tadi. Biar kontrol combobox terlihat selalu aktif di Column2 meski tanpa melakukan klik kita harus merubah Property Sparse dari Column2 menjadi .F. (Selalu lakukan ini jika ingin menggunakan kontrol selain textbox di Column yang ada di GRID).
  6. Selanjutnya teman - teman bisa coba tambahkan kontrol - kontrol yang lain ke dalam GRID, silahkan bereksplorasi dan bila ada pertanyaan silahkan kasih comment saja di posting ini.

SELAMAT MENCOBA..!!

Cara Ubah Attribut File Melalui Source Code

Setiap file pasti mempunyai attribut. Pada sistem operasi windows attribut yang bisa berada di dalam file adalah R (Read Only), H (Hidden), S (System), A (Archieve). Secara default saat kita membuat file attribut yang dimilikinya adalah A (Archieve). Tetapi selanjutnya kita bisa melakukan penambahan dan pengurangan attribut kepada file tersebut. 

Penambahan attribut pada file akan mempengaruhi perilaku dari file tersebut, misalnya jika kita menambahkan attribut R (Read Only) kepada sebuah file, maka setelah itu file tesebut pasti tidak akan bisa dirubah isinya sebelum kita menghilangkan attribut R tersebut dari dirinya. Sedangkan jika kita tambahkan attribut H (Hidden) maka kita file tersebut tidak akan nampak di windows eksplorer, kecuali jika kita mengaktifkan setting Show Hidden Files - di Folder Option. Demikian juga dengan Attribut S (System), file dengan attribut ini akan dianggap sebagai file system yang penting bagi sistem operasi dan harus disembunyikan dari user. Bahkan dengan mengaktifkan setting Show Hidden Files - di Folder Option pun file dengan jenis S (System) ini tetap tidak akan nampak. OK teman - teman selanjutnya kita akan coba melakukan penambahan atau pengurangan attribut ini dengan menggunakan source code visual foxpro.

*Menambahkan Attribut R (Read Only)
cNmFile="c:\FoxproMania.doc"
EXECSCRIPT("! /n attrib " + cNmFile + " +R")

*Menambahkan Attribut H (Hidden)
cNmFile="c:\FoxproMania.doc"
EXECSCRIPT("! /n attrib " + cNmFile + " +H")

*Menambahkan Attribut S (System)
cNmFile="c:\FoxproMania.doc"
EXECSCRIPT("! /n attrib " + cNmFile + " +S")

*Menambahkan Attribut A, H dan S sekaligus
cNmFile="c:\FoxproMania.doc"
EXECSCRIPT("! /n attrib " + cNmFile + " +A +H +S")

*Menghilangkan Attribut R (Read Only)
cNmFile="c:\FoxproMania.doc"
EXECSCRIPT("! /n attrib " + cNmFile + " -R")

*Menghilangkan Attribut H (Hidden)
cNmFile="c:\FoxproMania.doc"
EXECSCRIPT("! /n attrib " + cNmFile + " -H")

*Menghilangkan Attribut S (System)
cNmFile="c:\FoxproMania.doc"
EXECSCRIPT("! /n attrib " + cNmFile + " -S")

*Menghilangkan Attribut A, H dan S sekaligus
cNmFile="c:\FoxproMania.doc"
EXECSCRIPT("! /n attrib " + cNmFile + " -S -H -A")

Silahkan tentukan nilai dari variable  cNmFile dengan file yang ingin teman - teman ubah attributnya. Sebagai catatan, pengubahan attribut file inilah yang biasanya digunakan sebagai celah buat para pembuat virus untuk mengelabui dan menjahili para korbannya.


SELAMAT MENCOBA..!!

Source Code untuk Mengubah Wallpaper di Desktop

Berikut ini adalah trik yang dapat teman - teman gunakan untuk mengubah wallpaper di desktop dengan menggunakan source code. Source code ini memanfaatkan fungsi SystemParametersInfo di WinAPI. Bila teman - teman menjalankan source code di bawah ini, teman - teman akan di minta untuk memilih gambar yang akan dijadikan wallpaper dengan menggunakan fungsi GETPICT() dan kemudian gambar yang teman - teman pilih akan di atur sebagai wallpaper. Berikut source codenya :

lcWallpaper=GETPICT()
DECLARE INTEGER SystemParametersInfo IN WIN32API ; 
        INTEGER uiAction, INTEGER uiParam,; 
        STRING @pvParam, INTEGER fWinIni 
SystemParametersInfo (20 , 0, @lcWallpaper, 3) 


SELAMAT MENCOBA...!!

Source Code untuk Meng-Capture Screen

Biasanya bila kita ingin mengCapture Screen atau tampilan layar yang sedang terlihat di layar monitor dan kemudian ingin menyimpannya menjadi sebuah gambar, kita melakukannya dengan menekan tombol PrintScreen pada keyboard. Tetapi kali ini kita akan coba melakukannya secara otomatis dengan menggunakan Source Code. Sebelum mencobanya silahkan download dulu file pct_dll.dll  disini. File pct_dll.dll merupakan sumbangan dari TeknoSDS di tek-tips.com. Setelah teman - teman download, ekstrak dan lakukan set default to ke folder tempat teman - teman tempatkan file pct_dll.dll. Kemudian jalankan source code di bawah ini :

cFile=GETFILE("Bitmap Image:bmp","Nama Gambar", ;
 "&Simpan",0,"Simpan Gambar Hasil Capture")
IF(EMPTY(cFile))
 RETURN .f.
ENDIF  
Declare Integer formtobmp IN "PCT_DLL.dll" integer hwnd, ;
 String bmpFileName
retVal = formtobmp(0,cFile)
IF retval = 0
   MESSAGEBOX("Capture Screen Berhasil!")
ELSE
   MESSAGEBOX("Capture Screen Gagal!")
ENDIF


SEMOGA BERMANFAAT...!!

Belajar Membuat Aplikasi dengan Database MS SQL Server 2000

Bila di postingan Newbie sebelum ini kita telah Belajar Membuat Aplikasi dengan Database MySQL, Sekarang kita akan coba untuk membuat aplikasi sederhana dengan menggunakan database server yang lain, yaitu MS SQL Server 2000. Panduan atau modul yang bisa teman - teman pelajari kali ini akan membahas bagaimana untuk melakukan operasi database dan table pada MS SQL Server 2000.

Di modul atau panduan kali ini kita akan menggunakan cara koneksi automatic, untuk melengkapi cara manual yang sudah dipelajari di tutorial Remote View Database External dan cara semi automatic di tutorial Belajar Membuat Aplikasi dengan Database MySQL. Dengan menggunakan cara automatic ini kita tidak perlu membangun koneksi secara manual atau dengan membuat DSN terlebih dahulu, melainkan kita bisa menggunakan syntak SQLStringConnect untuk membangun koneksi secara otomatis. Untuk lebih jelasnya silahkan teman - teman download panduan atau modulnya di link di bawah ini :


Sebelum mempelajari modul atau panduan di atas pastikan teman - teman sudah mempunyai MS SQL Server 2000 yang terinstal di Sistem Operasi dan sudah berjalan dengan benar. Cara automatic ini tidak hanya bisa digunakan untuk terhubung dengan database MS SQL Server 2000, tetapi juga bisa digunakan untuk database eksternal yang lain seperti MySQL Server, PostgreSQL, Ms Access dan database - database eksternal yang lain.


SEMOGA BERMANFAAT...!!

Aplikasi Penerapan Metode Perhitungan “Pairwise Comparison” di AHP

Dalam kajian bidang Sistem Penunjang Keputusan (SPK) dikenal sebuah metode yang disebut AHP. Analisis hierarki Proses (AHP) adalah suatu metode yang sering digunakan untuk menilai tindakan yang dikaitkan dengan perbandingan bobot kepentingan antara faktor serta perbandingan beberapa alternatif pilihan. AHP merupakan pendekatan dasar dalam pengambilan atau membuat keputusan. Tujuan dari AHP ini adalah menyelesaikan masalah yang kompleks atau tidak berkerangka dimana data dan informasi statistik dari masalah yang dihadapi sangat sedikit, mengatasi antara nasionalitas dan intuisi, memilih yang terbaik dari sejumlah alternatif yang telah dievaluasi dengan memperhatikan beberapa kriteria

Dalam melakukan evaluasi kriteria biasanya menggunakan metode “Pairwise Comparison”. Dalam penerapan metode ini nantinya akan berisi perkalian matrix dengan berbagai aturan yang sudah ditetapkan. Berikut ini adalah contoh aplikasi yang digunakan untuk mengotomasi perhitungan kriteria dalam metode “Pairwise Comparison”. Contoh aplikasi ini adalah sumbangan dari salah satu teman foxpromania yang baru saja menyelesaikan study magister dengan tema tesisnya mengenai AHP. Silahkan coba kalkulator AHPnya di link di bawah ini :




SEMOGA BERMANFAAT...!!

Belajar Membuat Aplikasi dengan Database MySQL

Bagi teman - teman yang baru belajar Visual Foxpro, berikut ini adalah sebuah panduan atau modul yang dapat teman - teman gunakan untuk belajar membuat aplikasi sederhana dengan menggunakan Database MySQL. Modul dimulai dengan belajar untuk melakukan operasi database dan table di MySQL melalui Command Prompt. Selanjutnya, selain melalui Command Prompt, teman - teman juga bisa belajar untuk melakukan operasi database dan table di MySQL dengan menggunakan GUI yang pada contoh menggunakan MySQL Front.

Di modul, teman - teman nantinya akan dikenalkan cara melakukan koneksi ke database MySQL melalui DSN (Data Source Name). Cara ini merupakan cara yang bisa disebut Semi Automatic dalam melakukan koneksi ke sebuah database, untuk cara manualnya sudah pernah dijelaskan di tutorial Remote View Database External sedangkan untuk cara Automaticnya di tutorial Belajar Membuat Aplikasi dengan Database MS SQL Server 2000. Selain itu teman - teman juga di kenalkan dengan syntax SQLConnect yang merupakan syntak di Visual Foxpro yang digunakan untuk membangun koneksi melalui DSN.

Setelah mengenal cara untuk melakukan operasi database dan table di MySQL dan juga mengetahui cara untuk membangun koneksi ke database MySQL selanjutnya tinggal coba membuat sebuah aplikasi sederhana untuk mengaplikasikannya. Untuk lebih jelasnya silahkan download Panduan atau Modulnya di link di bawah ini :


Untuk mempelajari Panduan atau Modul diatas, hal - hal yang perlu dipersiapkan adalah :

  1. Pastikan teman - teman sudah menginstal MySQL
  2. Bila ingin mencoba melakukan operasi table dan database dengan GUI sesuai modul, teman - teman juga harus menginstal MySQL Front
  3. Terakhir untuk bisa membangun koneksi ke MySQL, teman - teman harus juga menginstal Konektor ODBC MySQL.
SEMOGA BERMANFAAT...!!

Menggunakan SplitterBar untuk Membuat Tampilan Lebih Elastis

SplitterBar merupakan komponen yang dapat diambil di foxpert.com dan dapat digunakan secara bebas. SplitterBar ini dapat digunakan untuk membuat tampilan dari komponen - komponen di dalam form lebih elastis. Jika digabungkan dengan penggunaan property Anchor yang dimiliki setiap komponen di Visual Foxpro 9, dapat menjadikan desain tampilan form teman - teman menjadi lebih sempurna.
Gambar di atas merupakan contoh penerapan dari SplitterBar, dimana di contohkan ada 3 komponen grid yang di masing - masing pembatasnya ditambahkan komponen SplitterBar, sehingga ukuran dan letak tampilan ke tiga grid itu bisa secara bebas diubah ukurannya secara elastis dengan tetap menjaga proporsional ukuran dan letak dari masing - masing grid tersebut. Cara penggunaan dari komponen SplitterBar ini adalah sebagai berikut :

  1. Tambahkan komponen splitterbar.vcx (file bisa di dapatkan di link download yang ada di bagian bawah posting ini) ke dalam project.
  2. Drag komponen SplitterBar tersebut ke dalam form seperti gambar di bawah ini.
  3. Cara kerja dari SplitterBar ini adalah untuk melakukan split diantara 2 komponen. Komponen tersebut bisa berupa grid, image, container atau komponen yang lain. Setelah meletakkan SplitterBar diantara 2 komponen, selanjutnya tinggal mengatur property oobject1 dan oobject2 milik SplitterBar. Beri nilai oobject1 dan oobject2 dengan nama dari komponen yang mau di-split misal thisform.grid1 atau thisform.container1.grid1 tergantung nama dan dimana teman - teman meletakkan komponen yang mau di split. Yang penting dan perlu diperhatikan, bila teman - teman ingin melakukan split secara horizontal maka pastikan oobject1 diisi dengan nama komponen yang berada di sebelah kiri dan oobject2 diisi dengan nama komponen yang berada di sebelah kanan. Sedangkan jika melakukan split secara vertikal, pastikan oobject1 diisi dengan nama komponen yang berada di posisi atas dan oobject2 diisi dengan komponen yang berada di posisi bawah. Kesalahan dalam hal ini akan menyebabkan SplitterBar akan error saat dijalankan.
Bila ingin mendowload contoh asli dari SplitterBar yang ada di foxpert.com silahkah download disini, dan jika ingin mencoba contoh penerapan SplitterBar seperti gambar diatas silahkan download disni.


SELAMAT MENCOBA...!!

Pengetahuan Dasar Procedure & Property Form di Visual Foxpro

Berikut ini adalah sebuah artikel bagi teman - teman yang baru belajar Visual Foxpro untuk lebih mengenal Form yang ada di Visual Foxpro. Dalam pemograman yang berbasiskan GUI (Graphical User Interface) Form merupakan bagian yang tak mungkin terlepaskan dari pembuatan aplikasi, karena Form merupakan tempat atau wadah yang dipergunakan untuk meletakkan kontrol - kontrol yang lain sehingga dipergunakan sebagai saranan untuk berinteraksi dengan user. Dalam artikel kali kita akan mencoba mengenal hal - hal yang berhubungan dengan form, mulai dari procedure, property dan syntak - syntak yang terkait dengan pengaksesan Form di Visual Foxpro.

Cara Membuat Form :
Pertama kita mulai dari yang paling sederhana yaitu dengan cara yang digunakan untuk membuat form di Visual Foxpro. Secara umum ada 3 pilihan cara yang dapat digunakan yaitu sebagai berikut :
  1. Dari jendela utama Visual Foxpro, Pilih menu File - New - Form - New File
  2. Dari Command Window ketikkan Create Form <NamaForm>, Misal Create Form FormUtama
  3. Bila teman - teman ingin mencoba membuat form melalui source code bisa coba syntak dasarnya berikut ini dan jalankan di command window atau taruh di file prg.
  4. PUBLIC oForm
    oForm = CREATEOBJECT('formlatih')
    oForm.show()
    RETURN .t.
    DEFINE CLASS formlatih AS form
    ENDDEFINE 
Cara Menjalankan Form :
Untuk menjalankan form ada beberapa cara juga yang dapat dilakukan yaitu :
  1. Bila hanya ingin menjalankan / Run Form bisa tekan CTRL + E
  2. Bila ingin menjalankan form melalui syntak bisa dengan menggunakan syntak Do Form <NamaForm>, Misal Do Form FormUtama. Syntak ini nantinya bisa dijalankan melalui Command Window atau di taruh di dalam procedure di kontrol. Syntak Do Form ini bisa juga digunakan untuk melewatkan parameter ke form.
Procedure Penting di Form :
Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai procedure, teman - teman harus tau dulu apa yang dimaksud dengan procedure. Procedure cara mudahnya bisa diartikan sebagai suatu kejadian tertentu di dalam form. Misalnya saat teman - teman menjalankan form dan kemudian teman - teman merubah ukurannya atau membuat form tersebut menjadi Maximize atau Minimize, berarti saat melakukan hal itu teman - teman sedang menjalankan procedure Resize. Bila teman - teman memberikan syntak atau source code di procedure Resize tersebut maka saat teman - teman melakukan perubahan ukuran form, syntak yang ada di procedure Resize secara otomatis akan dijalankan. 

Pemahaman tentang procedure dan kejadian apa yang ditangani itu adalah sangat penting. Karena dengan pemhaman ini tidak akan muncul lagi pertanyaan mengenai "syntak ini ditaruh dimana ya???" yang biasanya terlontar oleh teman - teman yang baru belajar pemrograman visual. Berikut ini akan coba kita kenal procedure - procedure yang dimiliki oleh form, tetapi tentunya tidak semua procedure, procedure - procedure umum dan sering digunakan saja yang mungkin kita akan coba bahas, untuk procedure yang lain teman - teman bisa coba pelajari sendiri.

Procedure yang wajib dipahami pertama kali adalah procedure yang pasti dijalankan saat kita menjalankan sebuah form. Procedure tersebut adalah load, init, activate, deactivate, destroy dan unload. Berikut penjelasan dari masing - masing procedure tersebut :

Procedure yang dijalankan pertama kali saat kita menjalankan form adalah procedure load, procedure load ini adalah saat dimana aplikasi mengalokasikan memory yang dibutuhkan untuk menjalankan semua kontrol di form. Di procedure load ini kontrol - kontrol di form belum terbentuk, jadi kalau teman - teman ingin mengatur property suatu kontrol misal dengan syntak :

thisform.text1.value="FoxproMania"

maka dipastikan akan error karena kontrol text belum terbentuk dan hanya baru di load ke dalam memory, syntak yang bisa ditaruh atau diletakkan di procedure load ini adalah syntak - syntak yang tidak ada hubungannya dengan mengakses kontrol misalnya set default, set path, set delete dan lain - lain, serta syntak - syntak yang berhubungan dengan database misalnya use, sqlconnect, sqlstringconnect, create cursor dan lain - lain.

Setelah procedure load, procedure yang otomatis dijalankan adalah procedure init, di procedure init lah semua kontrol di bentuk, bila teman - teman ingin melakukan pengaturan atau setting property awal di kontrol melalui syntak silahkan di taruh di procedure init saja, syntak seperti :

thisform.text1.value="FoxproMania"

tidak akan error bila dijalankan di procedure init. Di procedure init juga tempat menerima parameter bila kita ingin menjalankan form dengan melewatkan parameter tertentu.

Setelah procedure init berikutnya adalah procedure activate, bila procedure load dan init pasti hanya dijalankan satu kali dalam kondisi default, tetapi kalau procedure activate ini bisa dijalankan lebih dari satu kali saat form dijalankan. Procedure activate ini terjadi bila form sedang mendapatkan focus.

Kebalikan dari ketiga procedure load, init dan activate adalah deactivate, destroy dan unload. Saat teman - teman menutup form maka procedure yang secara berurutan di jalankan adalah procedure activate, destroy dan unload. Beberapa procedure form yang lain diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Resize : Terjadi saat ukuran form berubah
  • Click : Terjadi saat user melakukan klik di form
  • DblClick : Terjadi saat user melakukan double klik di form
  • RightClick : Terjadi saat user melakukan klik kanan di form
  • GotFocus : Terjadi form mendapatkan focus
  • LostFocus : Terjadi form mendapatkan kehilangan focus
  • Moved : Terjadi saat posisi form berubah
  • Keypress : Terjadi saat user melakukan penekanan tombol keyboard saat aktif di form
Property Penting di Form
Property Form adalah atribut berisikan nilai yang digunakan untuk melakukan pengaturan di Form. Berikut ini adalah beberapa property penting form yang wajib untuk dipahami maksudnya :
  1. AlwaysOnBottom : Bila bernilai .T. maka form akan selalu berada di belakang form lain
  2. AlwaysOnTop : Bila bernilai .T. maka form akan selalu berada di depan form lain
  3. AutoCenter : Bila bernilai .T. saat form dijalankan posisinya akan berada di tengah layar
  4. BackColor : Untuk mengatur warna backgroud dari form
  5. BorderStyle : Untuk menentukan apakah form bisa diubah ukurannya saat dijalankan apa tidak, silahkan di coba - coba aja variasinya
  6. Caption : Untuk mengatur string yang akan ditampilkan di judul / caption form
  7. Closable : Bila bernilai .T. maka form bisa di tutup dengan melakukan klik di tombol close
  8. ControlBox : Bila bernilai .F. maka icon tombol Max, Min dan Close akan tidak ditampilkan
  9. Desktop : Bila bernilai .T. maka form akan mempunyai handle window dan bisa ditampilkan di luar form induk
  10. Height : Mengatur tinggi form
  11. Icon : Untuk menentukan icon yang akan ditampilkan di form, bila kosong maka icon Visual Foxpro lah yang akan ditampilkan
  12. Left : Mengatur posisi form dari kiri layar
  13. MaxButton : Bila bernilai .F. tombol Max akan tidak ditampilkan
  14. MinButton : Bila bernilai .F. tombol Min akan tidak ditampilkan
  15. MousePointer : Untuk memilih icon cursor saat cursor aktif di form
  16. MouseIcon : Untuk menentukan icon cursor sendiri yang diaktifkan dengan memilih pilihan Custom pada Property MousePointer
  17. Movable : Bila bernilai .F. maka form tidak akan bisa diubah posisinya saat dijalankan
  18. Picture : Untuk menampilkan gambar sebagai backgroud Form
  19. ShowTips : Bila bernilai .T., Tooltips di setiap kontrol yang ada di dalam form akan ditampilkan
  20. ShowWindow : Mengatur jenis form, bila bernilai 2 maka form bisa dianggap form induk dan bisa untuk menampilkan menu, Bila bernilai 1 maka form sebagai form anak yang akan ditampilkan di dalam form induk.
  21. Top : Untuk mengatur posisi form dari atas layar
  22. TitleBar : Bila bernilai .F. maka titlebar form tidak akan ditampilkan
  23. Visible : Bila bernilai .F. maka form tidak tampak saat dijalankan.
  24. Width : Untuk mengatur lebar form
  25. WindowState : Untuk mengatur form saat ditampikan, apakah dalam kondisi Normal, Maximize atau Minimize.
SEMOGA BERMANFAAT...!!